ASEAN Marketing Journal Mini Symposium 2019

ASEAN Marketing Journal Mini Symposium 2019

 

Melva Costanty – Humas FEB

 

DEPOK – Management Reseach Center, Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia menyelenggarakan ASEAN Marketing Journal Mini Symposium 2019 di The Margo Hotel, Depok (27-28/11/2019).

Dalam kegiatan ini terdapat dua kegiatan utama yang memfasilitasi serta menjawab pertanyaan peserta dalam menghadapi kesulitan dalam penulisan jurnal.

 

Meet The Editors and Reviewers from Scopus Index Journal 

Dalam sesi ini, Brian KM Wong, Dr. Vicki Janine Little dan Sri Rahayu Hijrah Hati membagikan tips dan trik penulisan jurnal serta pengalaman mereka difasilitasi oleh Dony Abdul Chalid, sebagai moderator.

Bryan KM Wong, Head of School dan Associate Professor School of Business, KDU University sekaligus Editorial Board Member of Toursim Manajement Perspective Journal and Journal of Tourism Futures, menyampaikan 10 langkah dalam menulis. “Perhatikan originalitas ide dengan melakukan riset mengenai publikasi terbaru. Pilih tempat publikasi yang sesuai dengan jurnal yang ditulis. Perhatikan pembuatan judul dan abstrak, pastikan judul menarik dan jelas. Sampaikan masalah yang akan diteliti (problem statement) dengan jelas. Penguasaan topik riset juga akan tergambar dalam penulisan, jadi pastikan Anda memberikan argumen yang baik. Desain riset dan konsep juga menjadi perhatian reviewer. Pilih metode dan data yang relevan dan sejalan dengan riset yang dilakukan. Anda juga sebaiknya menjabarkan penemuan yang sesuai dengan tujuan riset. menemukan keunikan dari temuan baru untuk dibagikan kepada akademisi dan prakritisi, terakhir gaya penulisan dan proof reading akan menyempurnakan isi jurnal riset.”

Viky Janine Little, Senior Lecturer Departement of Marketing, Monash University, Malaysia, sekaligus Editorial Board Member of Australian Marketing mengatakan dengan demografi yang beragam dan budaya Asia yang kaya, masih sedikir riset (terutama riset kualitiatif) mengenai pasar dan konsumen di Asia. “Hal ini bisa digali lebih jauh dengan topik yang menarik dan persiapan yang baik,” tegas Viki.

Viki menambahkan perhatikan journal guidelines dan temukan mentor yang berpengalaman untuk berkonsultasi. “Selain memastikan topik riset sesuai dengan tujuan penelitian dan lingkupnya, mencari riset lain sebagai contoh sebagai panduan menulis.”

 

Sri Rahayu Hijrah Hati, dosen FEB UI sekaligus Chief Editor Of The.South East Asian Journal of Manajement dan Scopus Journal Reviewer, juga membagikan pengalamannya sebagai reviewer sekaligus penulis. Lamanya initial review tidak menjamin lolos ke tahap berikutnya. Ada 7 hal yang sering diberikan komentar oleh reviewer, diantaranya judul dan abstrak, pembukaan (introducfion), tinjauan literatur, metode penelitian, analisa dan diskusi, kesimpulaan, implikasi dan kemungkinan pengembangan riset di masa depan. “Jangan takut dengan review, untuk mempermudah memberikan respon atas review yang diberikan, buat tabel of respons.”

 

Lesson Learned: How PhD Student in Universitas Diponegoro Striving For Scopus Indexed Publication

Augusty Ferdinand, dosen Program Pascasarjana Universitas Dipenogoro, juga membagikan tips dan trik sukses mempublikasikan riset di Scopus difasilitasi oleh Ida Ayu Agung Faradynawati, sebagai moderator.

Dengan tema “Lesson Learned: How PhD Student in UnDip striving For Scopus Indexed Publication”, Augusty menyampaikan pendekatan dalam aspek konseptual dan aspek prosedur di Universitas Dipenogoro, banyak mahasiswa program doktoral lulus dengan lebih dari 1 publikasi jurnal ilmiah. Aspek konseptual merupakan sistem yang pendampingan dan masuk dalam kurikulum, sedangkan aspek prosedur merupakan kemampuan untuk menulis dan merespon reviewer.

 

 

 

 

 

 

Clinic Manuscript
Dalam Clinic Manuscript, peserta dibagi ke dalam kelompok untuk memberikan presentasi singkat mengenai riset yang ditulis dan mendapatkan review langsung dari reviewer jurnal yang hadir. Peserta kegiatan merupakan mahasiswa sarjana dan pascasarjana, serta dosen dari beberapa universitas seperti Universitas Padjajaranan, Bandung, Kwik Kian Gie School of Business, Universitas Bina Nusantara, serta Universitas Dipenogoro, Semarang.

 

 

 

 

 

Daniel Tumpal Hamonangan Aruan, Asnan Furinto serta Sony Kusumasondjaja mengisi sesi ini bersama Bryan Kwon dan A Janine Little. (Des)

 

 

Comments are closed.

© 2020 Sistem Informasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia